Jumat, 29 Desember 2017

OTOMOTIF : KEINGINAN MENGGANTI SEPADA MOTOR BARU



  Tak terasa sudah 5 tahun bersama xeon rc 125cc, rencana nya ingin mengganti tunggangan matik berpendingin cairan tersebut, walau sudah 5 tahun namun kilometer nya masih belum menyentuh angka lebih dari 30ribu an, maklum saja motor tersebut hanya dipakai di dalam kota saja paling jauh hanya ke daerah puncak bogor, bekasi dan cikarang, mesin 125cc berpendingin cairan nya cukup bertenaga, malahan torsinya paling besar di kelasnya, namun di sisi lain kelemahannya yaitu bensin menjadi lebih boros walau sudah berteknologi injeksi. Meski banyak kenangan dengan motor tersebut tapi rasa bosan mulai menghampiri, mulai dari jenuh dengan desainnya yang mulai terlihat kurang sporty dibanding dengan motor matik keluaran terbaru, selain itu banyak part-part yang mulai termakan usia.

Maka dari itu mulai terusik di dalam benak keinginan untuk mengganti dengan motor yang lebih baru apalagi saat ini pabrikan berlomba-lomba memproduksi motor yang keren, nyaman, kencang dan irit, untuk saat ini saya memiliki beberapa pilihan motor terdiri dari tiga genre yakni naked sport, cruiser dan maxi skuter. Mengapa saya memilih ketiga genre tersebut? Ini dikarenakan kondisi saya yang butuh motor yang nyaman ketimbang kencang dan ketiga genre tersebut menurut saya adalah yang paling nyaman ketimbang genre motor yang lain, dan yang paling utama adalah ingin tampil beda dengan orang lain, saya tidak ingin menggunakan motor yang sama dengan banyak orang, dikarenakan salah satu alasannya yang lain yakni motor tersebut rentan dijadikan sasaran begal/rampok. 
Oleh sebab itu saya memilih motor yang tidak banyak orang pakai cendrung karena ingin tampil beda dan menghindari begal. Intinya klasifikasi motor yang saya inginkan yang paling pertama adalah motor yang jarang dimiliki orang lain lalu, tampilannya keren, nyaman dikendarai, cukup bertenaga dan irit, memang kriteria motor yang saya inginkan terlalu tinggi namun setidaknya impian saya ingin memiliki motor yang hampir mendekati kategori tersebut.
Nah berikut ini adalah daftar beberapa motor dari ketiga genre motor tersebut, disertai dengan kekurangan dan kelebihannya menurut pendapat pribadi saya.
Yang pertama adalah :

     Yamaha  Aerox 155cc VVA

   Motor skutik bongsor bermesin sama dengan Nmax ini memiliki tampilan yang sangat sporty enak di pandang mata, selain itu teknologi VVA (Variable Valve Actuator) nya membuat mesin 155cc lebih bertenaga dan irit, menggunakan Smart Motor Generator (SMG) yang membuat saat menyalakan motor suara mesin terdengar lebih senyap dan teknologi ini belum disematkan pada Nmax, lampu depan dan belakang sudah LED, bagasi luas 25 liter, wide tyre, power socket, full LED speedometer, selain itu harganya juga bisa dibilang paling terjangkau dan berteknologi canggih, mulai dari harga 23 jutaan untuk type reguler sampai 26jutaan untuk type S kita sudah mendapat teknologi keyless system yang mana motor jadi aman dari incaran maling. Saat saya mencoba ergonominya pun cukup nyaman, kaki tidak terlalu menekuk, tidak seperti matik dek rata yang kadang bikin pegal untuk berkendara jarak jauh, namun untuk sisi ergonomi tetap Nmax yang terbaik menurut saya karena kaki kita bisa selonjoran dengan nyaman, kemudian ketika melihat spesifikasi tenaganya yang mencapai 11,0kw/14hp dan torsi 13,8Nm dengan tenaga sebesar itu maka melebihi dari tenaga motor sport naked entry level dengan harga dan kubikasi mesin yang sama.

Nah ha-hal tersebut membuat saya sangat tergoda untuk mengganti Xeon RC dengan Aerox 155, sungguh sebenarnya Aerox 155cc VVA ini adalah motor yang hampir sempurna di mata saya,  dan mendapat peringkat pertama dalam daftar, namun sayang motor ini sangat laris dipasaran menjadikan Aerox 155cc VVA ini jadi motor pasaran dipakai mulai dari anak alay sampai ibu-ibu ke pasar, selain itu kekurangan lainnya yakni rem belakang yang masih tromol, dan bagi saya pribadi Aerox body nya terlalu bongsor jadi agak sulit untuk menembus kemacetan di dalam kota. Nah pada poin itu lah saya mulai goyah dan mencederai kesempurnaan Aerox 155cc VVA untuk mengambil hati saya dan meminangnya maka dari itu saya mulai mencari motor alternative lainnya.

Yamaha Byson FI

www.iwanbanaran.com

  
    Nah, ini dia! Setelah melihat Aerox 155cc VVA motor keren, kenceng, nyaman, dan irit hampir sempurna! Namun menurut saya masih ada kekurangannya yang membuat saya akhirnya mencari motor lain dari genre yang berbeda, yaitu adalah Yamaha Byson FI motor naked sport pengganti Byson karbu nan gagah ini dinilai masih kalah gagah dibanding seniornya, perbedaannya dengan pendahulunya hanya pada sektor tampilan desain yang berubah total dari headlamp sampai ke buritan, serta kubikasi nya yang dikebiri dari 153cc karburator menjadi 149,3cc injeksi, namun di klaim lebih bertenaga karena bobot yang berkurang dan menggunakan sistem pengabutan bahan bakarnya injeksi, hal itu yang disinyalir menjadikan Byson FI kurang diminati pasar, motor sport entry level Yamaha ini dibandrol sekitar 23 jutaan dengan tenaga hanya 9,6kw/12,8hp torsi 12,98Nm dan masih setia menggunakan drum brake alias rem tromol untuk bagian belakang. Jika dibandingkan dengan Aerox 155 VVA tentu tenaga dan teknologinya tak sebanding, namun ini adalah motor bergenre sport bagaimanapun motor ini terlihat lebih gagah dan padat dari segi tampilan ketimbang motor matik, serta dibutuhkan skill dan tekhnik khusus untuk mengendarainya tidak semudah motor matik yang tinggal putar tuas gas langsung jalan, dan dengan tenaga yang tidak terlalu besar saya kira Byson FI sangat pas untuk pemula seperti saya yang ingin berpindah dari skutik cc kecil ke motor sport manual entry level.

Dari sisi ergonominya pun cukup nyaman untuk kelas naked sport bike posisi badan agak tegak dan menurut saya itu bagus karena saya kurang menyukai yang posisi yang menunduk karena balik lagi ke point awal yakni salah satunya saya butuh motor yang nyaman. Kemudian point yang paling penting adalah bahwa Byson FI ini jarang yang punya, penjualannya pun loyo, jadi populasinya pun sedikit dijalanan menjadikan opsi yang sangat menarik bagi saya yang tidak menyukai motor yang pasaran (populasinya banyak dijalanan), namun dengan harga 23jutaan saya kira itu terlalu mahal untuk motor entry level, karena hanya tinggal menambah 3 juta saja saya bisa dapat motor naked sport terbaru yang lebih advance dari segi performa maupun teknologi walau motor tersebut dari sisi desain kurang bagus menurut saya dan lagipula jumlahnya dijalanan bak kacang goreng jadi tidak terkesan eksklusif. Namun ada satu lagi motor naked sport yang sangat gahar tampilannya, mesin responsif dan kencang, handling serta ergonominya sangat baik menurut review dari beberapa blogger papan atas, dan dengan hanya menambah sekitar 7jutaan dari harga Byson FI, jadi saya pikir jika keuangan tidak mencukupi saya bisa mengakomodir kekurangan nya melalui sistem kredit/cicilan, ya motor tersebut akan saya bahas selanjutnya.

          Yamaha Xabre 150


   Inilah motor dengan harga 30 jutaan hanya tinggal menambah 7juta dari harga Byson FI motor entry level dengan fitur ala kadarnya itu, walaupun nominal 7 juta itu memang tidak sedikit namun saya bisa mendapatkan motor yang jauh lebih advance dari Byson FI motor tersebut adalah Yamaha Xabre 150 dengan dijejali berbagai macam fitur menjadikan tampilannya layak nya sebuah moge, seperti suspensi depan yang menggunakan tipe upside down membuat tampilan fisiknya begitu gagah nan menggoda, selain itu design Xabre 150 terlihat tajam dan kekar serta dilengkapi dengan lampu depan dan belakang LED, full digital speedometer, tubeless tyre, swing arm almunium tipe banana, transmisi 6-speed dengan tenaga 12,0kw dan torsi 14,3Nm menjadikan Yamaha Xabre 150 motor yang worth to buy.

Disamping itu dari sisi ergonominya pun cukup nyaman posisi tubuh tidak membungkuk, badan tegak membuat tidak mudah pegal ketika riding jarak jauh, lagipula motor ini terbilang populasi nya cukup jarang di jalanan ini sesuai dengan keinginan saya yang ingin memiliki motor yang tidak pasaran namun umur Yamaha Xabre sudah tidak muda lagi mungkin di pertengahan atau akhir tahun 2018 akan ada update terbaru dari motor ini, hal ini yang membuat saya berpikir kembali untuk meminangnya dengan sistem kredit, karena ketika cicilan belum lunas namun motor yang lebih advance lebih menggoda ada di depan mata, apalagi masih ada motor lain yang lebih perfeksionis ketimbang Xabre dengan harga yang kompetitif dan fitur dan design lebih advance daripada Xabre apalagi dengan sistem kredit memungkinkan kita untuk memiliki motor yang sesuai dengan impian kita.  



KTM Duke 200


   
     Dengan harga sekitar 35 jutaan motor Austria rakitan India ini secara tampilan begitu menarik perhatian, ciri khas design Eropa begitu kental terasa serta fitur dan spesifikasi berkelas membuatnya menjadi primadona di kelas motor 200cc, dirakit di markas besar Bajaj di India KTM berusaha ingin melebarkan sayap nya ke kawasan asia tenggara, berharap mampu bersaing dengan pabrikan jepang yang lebih dahulu eksist. Di Indonesia lewat PT. Penta Jaya Laju Motor KTM menghadirkan beberapa variant motor salah satunya yakni Duke 200cc yang menarik minat saya untuk memboyongnya ke rumah karena dalam penilaian saya motor ini sangat lah worth it untuk dimiliki.

Untuk saat ini hanya KTM Indonesia yang bermain di segmen 200cc dimana pabrikan jepang sudah tidak bermain lagi di segmen ini, terakhir kali hanya ada Pulsar 200cc yang berada di bawah marketing Kawasaki Indonesia namun produk tersebut sudah discontinue. Dari sisi penempatan harga KTM Indonesia bermain dengan sangat cerdas membandrol motor nya dengan harga yang dibenturkan langsung dengan motor 150cc pabrikan jepang dan KTM hadir dengan fitur yang lebih canggih dan berlimpah serta mesin yang lebih powerful dari pabrikan lainnya.

Fitur unggulan dari KTM Duke 200 ini yakni berupa suspensi depan upside down dan suspensi  belakang monoshock yang dibuat oleh pabrikan WP suspension yang kinerja dan kualitas nya tidak perlu diragukan, selain itu sistem pengereman yang menggunakan merek Bybre (ByBrembo) yang berkualitas menjadi lebih percaya diri ketika melakukan pengereman, dengan mesin 199.5cc satu silinder 4 stroke power dan torsi yang dihasilkan hampir mendekati motor 250cc satu silinder.

      Siapa yang tidak tergoda dengan KTM Duke 200 tampilan sporty khas Eropa dengan ciri khas KTM  yaitu chasis teralis yang ditonjolkan dari depan sampai buritan membuat motor terkesan benar-benar telanjang, lalu performa yang mumpuni, serta komponen yang berkualitas, dari sisi ergonomi seperti motor naked sport pada umumnya yakni posisi badan tegak dan rileks, ditambah pelayanan purnajual nya yang tidak perlu diragukan karena KTM Indonesia terus menambah cabang showroom dan bengkelnya, apalagi motor ini populasinya belum banyak berkeliaran di jalanan sungguh menjadikannya memenuhi hampir semua aspek motor impian saya, hanya saja agak terkendala dalam masalah harga, jadi jika ingin meminangnya saya harus menggunakan sistem kredit.
     
                                                                                                                                                 

.       Benelli Motobi 250 Patagonian Eagle




  Untuk motor di harga rentang 30 jutaan keatas di isi cukup banyak variasi dan aneka ragam genre sepeda motor yakni salah satunya yang membuat tertarik adalah motor cruiser besutan Benelli yaitu Motobi 250 Patagonian Eagle, sang elang patagonian ini bermain di segmen yang jarang di lirik pabrikan sepeda motor yang ada di indonesia jadi dijalanan pun masih sangat jarang terlihat. Orang Indonesia kurang begitu minat terhadap motor bertipe cruiser atau penjelajah mungkin salah satu nya adalah kemacetan dan masyarakat urban yang bersifat commuter cendrung memilih motor yang efisien untuk menembus kemacetan dan digunakan hanya untuk jarak yang tidak terlalu jauh.

Benelli Indonesia melihat peluang di segmen 250cc yang masih sepi dihuni oleh persaingan yang mana tidak seketat kelas di bawah nya apalagi di kelas penjelajah belum ada pesaing sama sekali, pasar yang dituju Benelli adalah penghobi touring, atau orang yang sudah cukup mature dalam berkendara, penampilannya yang mirip sekali dengan Honda Rebel CMX250 lawas membuatnya terlihat maskulin, walaupun membuat prestige nya anjlok karena dianggap motor kloningan. Hal ini dikarenakan akuisisi perusahan China terhadap Benelli yang asli motor Italia yang kini jadi lebih terasa jadi motor China yang kental dengan hasil kloningnya.

Benelli Motobi 250 Patagonian Eagle dengan menggendong mesin 250cc dua silinder 2 valve masih menggunakan sistem pengabutan bahan bakar karburator, menghasilkan tenaga sekitar 13 kw dan torsi 16 Nm motor cruiser secara power memang kurang menunjang tetapi dari sisi ergonomi atau kenyamanan motor ini adalah rajanya, sekali lagi motor cruiser memang diciptakan untuk berkendara jarak jauh bukan untuk adu kecepatan dan menyasar biker yang sudah mature dalam berkendara, selain itu untuk motor cruiser juga tidak mengedepankan kecanggihan fitur namun lebih fokus pada nilai klasik yang ditampilkan, seperti misalnya tidak ada nya indikator bensin pada speedometer, serta pada umumnya suspensi depan masih menggunakan teleskopik lalu pada Benelli Motobi 250 ini rem belakangnya pun masih menggunakan drum brake jadi mulai dari design dan fitur benar-benar simple dan beraura klasik.

Motor cruiser memang jauh dari kata canggih namun justru itu lah yang menjadikannya seni tersendiri bagi para peminatnya, tentu saja peminat tipe ini tidak seramai motor pada umumnya misalnya motor sport dan skuter matik, hal ini tentunya menjadi pilihan menarik bagi saya untuk memilikinya, kesan eksklusif begitu terasa ketika berada di jalan apalagi ergonomi nya yang benar-benar nyaman menjadikan Benelli Motobi 250 ini patut untuk masuk daftar calon cicilan saya. Ya, hanya sekedar masuk dalam daftar saja karena ada satu hal yang membuat  saya agak ragu untuk benar-benar meminang nya sebagai tunggangan keseharian saya, bukan karena soal power, design kloningan ataupun fitur nya namun lebih kepada pelayanan aftersales nya, karena Benelli Indonesia belum terlihat serius membangun brand di Indonesia terlihat dari sedikitnya dealer yang ada di Jakarta apalagi se-Indonesia.


Kesimpulan


  Ketat nya persaingan dalam pasar otomotif roda dua membuat pabrikan satu dengan lainnya berlomba dalam menciptakan pasar atau pun bersaing pada pasar yang sudah ada, hal ini membuat banyak aneka produk roda dua yang ada di pasar tanah air, membuat masyarakat memiliki banyak sekali pilihan dan dapat menentukan mana pilihan produk yang sesuai dengan keinginan. Disamping itu salah satu akibat terlalu banyak nya pilihan motor membuat kita  bermimpi untuk memiliki sebuah kendaraan impian itu sih sah-sah saja, namun pada dasarnya segala sesuatu harus berdasarkan realita begitu pula dalam merencanakan sesuatu khususnya dalam hal ini yakni pembelian sepeda motor yang membutuhkan dana yang bisa di bilang tidak sedikit, yang pada akhirnya kondisi ekonomi lah yang mengambil alih kenyataan, apalagi ketika saya melihat isi dompet yang isi nya hanya kurang dari 300 ribu membuat saya sadar kalau saat ini Xeon RC 125cc masih menjadi tunggangan yang terbaik saat ini bagi saya. 

Terima kasih telah membuang waktu anda secara sia-sia. Semoga mubazir.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Product Review : Plus Minus Honda Supra GTR 150 VS Yamaha MX King 150

Sumber : www.otorider.com Penggemar otomotif roda dua di tanah air semakin dimanjakan dengan berbagai macam jenis motor, semak...